Sejarah Kami

Zaman revolusi penjajahan belanda dan jepang maupun zaman baru-barunya Negara Republik Indonesia Merdeka, penduduk pribumi Kampung Marga Kunang berkebun dan bercocok tanam palawija di wilayah Kalipuan Desa Tulung Singkip Kabupaten Lampung Utara. Semenjak Negara Republik Indonesia telah aman serta hidup di dalam Negara Merdeka, berangsur angsur warga masyarakat kampung Pagar meninggalkan lahan pertanian pindah ke kampung Pagar Induk. Dampaknya, lahan tersebut menjadi hutan belantara. Pada tahun 1967 Bapak Burhanuddin Gelar Pangeran Batin dari Kampung Pagar, memprakarsai pembukaan lahan pertanian di hutan tersebut. Beliau mengajak 17 kepala keluarga (KK) dari Solorejo Kampung Banjaratu Lampung Tengah untuk membuka lahan pertanian, antara lain :


Bapak Sudinomo, Bapak Solehan, Bapak Pareng, Bapak Wono, Bapak Harjo, Bapak Warso, Bapak Muhadi, Bapak Cipto, Bapak Slamet, Bapak Martomin, Bapak Fatoni, Bapak Marzuki, Bapak Supari, Bapak Parmin, Bapak Kusri, Bapak Kuat, dan Bapak Muhadi. Setiap KK mendapatkan 1,5 hektar lahan, membayar uang pangkal Rp 150, dan janggolan berupa 50 kg padi ke Pemerintah Kampung Pagar yaitu Bapak M.Rais Gelar Batin Dalem. Setelah pembukaan lahan, wilayah ini diberi status umbul (semacam perpanjangan tangan kepala kampung) pada tahun 1967, dan dinamakan “Tulung Singkip”. Kepala umbul pertamanya adalah Bapak Muhadi. Pada tahun 1968 jumlah KK bertambah 11 KK berasal dari perkebunan karet N.V Nakau Kota Bumi dalam tahun yang bersamaan pula bertambah KK berasal dari Solo Jawa Tengah. Perkembangan wilayah umbul Tulung Singkip sangat pesat terutama penduduknya dari tahun ke tahun semakin banyak, atas kebijakan Kepala Kampung M.Rais Gelar Batin Dalem umbul Tulung Singkip menjadi Dusun III (Tiga) dari Kampung Pagar.


Dengan bekerja keras dan perjuangan yang cukup gigih masyarakat Dusun III (Tiga) Tulung Singkip Desa Pagar Kecamatan Abung Selatan, mengajukan permohonan Kepada Bapak Bupati Lampung Utara d/a Camat Abung Selatan untuk pemekaran Desa Tulung Singkip yang berinduk Di Desa Pagar Kecamatan Abung Selatan. Pada tanggal 12 Agustus 2004, Dusun III Tulung Singkip menjadi desa persiapan melalui SK Bupati Lampung Utara. sekaligus diresmikan oleh Asisten Bapak Iskandar Mirza Mewakili Bapak Bupati Lampung Utara. Untuk melakukan pemerintahan Desa Persiapan Tulung Singkip Sebagai Pjs. Kepala Desa Tulung Singkip Dijabat Oleh Bapak Ansori Rasyid Camat Abung Selatan, Sekdes Bapak Usman sengaji merangkap Sekdes Desa Pagar Kecamatan Abung Selatan. Seiring berjalannya waktu, Pemilihan kepala desa dan beberapa pergantian pejabat dilakukan hingga akhirnya pada 4 Februari 2008, Desa Persiapan Tulung Singkip diresmikan menjadi Desa Definitif. Kepala desa Definitif pertama yaitu Bapak Riyanto Sengaji, mulai menjabat sejak 19 April 2012.


Daftar Kepala Umbul/Dusun/Desa Tulung Singkip :

Kepala Umbul :

  • Bapak Muhadi Periode 1967 – 1971

Kepala Dusun :

  • Bapak Cutro Periode Wiyoto 1972 ­­– 1974
  • Bapak Syahrun Periode 1975 – 1976
  • Bapak Gimin Periode 1977 – 1981
  • Bapak Muzamil Periode 1982 – 2000
  • Bapak H. Suparno Periode 2001 – 2004

Plt. Kepala Desa Persiapan :

  • Bapak Usman Sengaji Periode 2004 – 2006
  • Bapak Ansyori Rasyid Periode 2006 – 2007
  • Bapak Marimin Periode 2007 – 2008

Kepala Desa Definitif  :

  • Bapak Riyanto Sengaji Periode 2008-2012 ( Terpilih pada 19 April 2012)

Singkat cerita, Kepala Desa Tulung Singkip yang menjabat sekarang adalah Bapak Didit Dwi Purnomo S.H.



Visi Misi Desa Tulung Singkip

Ø  Visi Desa Tulung Singkip :

Terwujudnya Tulung Singkip sebagai Desa Sahabat” (Sejahtera, Hebat dan Bermartabat). Makna dari arti rumusan tersebut mengandung unsur filosfi dan tujuan visioner dalam kerangka waktu 6 tahun adalah sebagai berikut :

  • Sejahtera, yang dimaknai bahwa pembangunan desa yang telah direncanakan dapat menyentuh kesejahteraan masyarakat desa dengan tanpa membedakan kepentingan politik, SARA, dan pihak tertentu. Sejahtera juga mengandung makna bahwa masyarakat mengalami kemajuan secara mental, spiritual, intelektual, sosial, dan ekonomi yang tumbuh dan bekembang bersamaan menuju dasar berupa pangan, sandang, dan papan serta pelayanan dasar yang meliputi pendidikan, pelayanan kesehatan, layanan air bersih, serta memiliki pendapatan untuk menghidupi keluarganya secara layak.
  • Hebat, mewakili visioner untuk maju, demokratis, transparan, aman, dan tentram.
  • Bermartabat, yang dimaknai bahwa pembangunan desa yang telah direncanakan dapat meningkatkan derajat dan martabat seluruh lapisan masyarakat desa.
WA